belajar dari kekalahan_bikincantik.id

Belajar dari Kekalahan

Kemunduran-kemunduran yang anda alami adalah kesempatan-kesempatan besar untuk belajar. Bukan saja anda dapat belajar, dalam pengertian kritis, kesalahan apa yang telah anda lakukan, melainkan juga memahami apa yang telah mendorong anda membuat pilihan-pilihan yang telah anda buat.

Apakah anda sedang mengejar tujuan-tujuan yang benar-benar anda inginkan? Apakah anda sedang mengejar sebuah tujuan yang langkah-langkahnya sesuai dengan anda ? berlatihlah untuk mendapatkan sesuatu setiap kali segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan Anda.

Mary  Ann merasa cemas ketika menjalani program pendidikan farmasi, salah satu  jurusan paling menantang yang tersedia. Dia telah mengincar karir yang akan memberinya gaji besar dan melakukan pelayanan publik.

Hanya setelah lulus, dia baru melihat opsi-opsi yang  benar-benar tersedia bagi para apoteker sekarang ini. “pada dasarnya, Anda dapat menghabiskan hidup anda dengan bisnis Mega-farmasi, dengan jam kerja panjang dalam ruang tanpa jendela, menempelkan label-label pada botol, dan tidak pernah bertemu, sedikit berbicara, pada pelanggan anda, atau anda dapat memulai operasi kecil di lingkungan anda yag akan keluar dari bisnis atau dibeli oleh sebuah perusahaan besar dalam 6 bulan.”

Mary ann memilih perusahaan Mega-Farmasi dan tidaklah mengherankan, tidak menikmati kerjanya.

Setelah 6 tahun dalam pekerjaan yang sangat monoton, dia dan 2 koleganya memulai rencana untuk membuka toko mereka sendiri di mana mereka dapat bekerja dengan cara mereka dan merasa seperti sedang menolong orang.”Hasratku terhadap perubahan menghilangkan rasa takutku terhadap apa yang akan terjadi pada diri kamu”, Mary Ann menjelaskan.

“Aku tidak berada di tempat yang benar. Aku perlu membuat perubahan karena aku tahu aku berada dalam pekerjaan yang salah, dan aku mulai cemas aku berada dalam karir yang salah, tetapi aku tidak melihat keputusanku sebagai bencana, karena orang seringkali gagal, tetapi jika mereka belajar dari kegagalan, maka mereka telah mencapai sesuatu dalam proses itu”.

 Sebuah mayoritas mahasiswa yang gagal dalam akademi dan kemudian kembali untuk memperoleh gelar mereka melaporkan bahwa perbedaan terbesar dalam kesempatan kedua mereka adalah pengetahuan yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan kemampuan serta komitmen mereka. Roberson1998

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *