Jangan Hanya bertempur Pada Perang yang Sama

Orang-orang memperoleh sejumlah besar informasi dan mempelajari hikmah-hikmah penting dari pengalaman-pengalaman yang terdahulu. Kita memulai karir sebagaimana buku catatan yang nyaris kosong, dan ketika kita mendapatkan kemajuan pada pikiran, kita mengisinya dengan catatan dan pengamatan. Halaman-halaman pertama buku catatan kita penuh dengan pengalaman-pengalaman pertama kita.

Namun demikian, potensi kesulitan muncul ketika kita mencoba untuk menerapkan pelajaran-pelajaran awal itu pada situasi-situasi di mana kita tidak ideal atau tidak relevan.

Catatlah pengalaman tetapi sadarilah ada situasi-situasi di mana pengalaman-pengalaman anda tidak lagi berlaku.

Schwinn Bicyle adalah pemimpin dalam industri ini selama 100 tahun.

Edward Schwinn adalah generasi ke 4 Schwinn dalam bisnis, mengambil alih kendali pada tahun 1979. 13 tahun kemudian, perusahaan sepeda itu membutuhkan topangan hidup, dengan keadaan saham yang merosot nilainya hingga 60 % di pasar.

Para analis menghubungkan kemorosotan perusahaan ini pada sikap penolakan untuk hidup di masa kini. Karena perusahaan itu milik keluarga , dan selalu begitu. Edward Schwinn menolak pembiayaan dari luar ketika perusahaan menunjukkan tanda-tanda kelemahan . Karena Schwinn adalah nama pada sepeda itu, Edward menolak untuk mengeluarkan uang guna menjaga nama merek itu tetap berada benak konsumen.karena Schwinn menjadi model jenis perusahaan yang beroperasi dalam sebuah kerjasama dan komitmen dalam jangka panjang. Edward Schwinn setuju untuk melakukan outsourcing semua industri manufaktur mereka pada supplier dari Cina yang sama, Giant Manufacturing, tanpa melindungi kepentingan-kepentingan jangka panjang Schwinn.

Pada akhirnya Schwinn Bicycle  mempunyai sejumlah hutang 75 juta $ dan mengalami kerugian 1 juta $ perbulan. Tidak ada investor yang datang mendekati perusahaan ini, sampai akhirnya perusahaan mengalami kebangkrutan. Pengenalan produk untuk segmentasi anak-anak hamper tidak ada, dan akhirnya Giant Manufacturing mengakhiri kontraknya dengan Schwinn dan memulai memproduksi sepeda sendiri di pabrik-pabrik yang awalnya dibayar dengan uang Schwinn.

Perusahaan Schwinn dinyatakan bangkrut, dan keluarga Schwinn kehilangan semua control atas bisnis keluarga. Apa penjelasan Edward Schwinn yang diucapkan atas kebangkrutan yang terjadi:”Kami berada di mana Kami berada”, yang ditanggapi oleh anggota keluarga:”Tempat kami berada adalah di luar bisnis, karena Anda tertidur di Rodanya” .

Riset pada para manajer keuangan menunjukkan bahwa 95 % data menampilkan sebuah komitmen pada sektor-sektor dimana mereka mengalami kesuksesan yang pertama. Pada akhirnya, kecenderungan ini menuntun pada lepasnya peluang-peluang pembelian dalam segmen-segmen lain pasar dan semangat tidak realistis untuk sektor yang mereka yang fokus didalamnya. Goltz 1999  

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *