mainkanlah hal-hal yang unik_bikincantik.id

Mainkanlah Hal hal yang Unik.

Ada sebuah unsur peluang dalam segala hal.

Setiap aspek pendidikan dan karir anda telah dipengaruhi oleh tindakan nasib. Pekerjaan-pekerjaan besar dicari atau diabaikan bergantung pada siapa yang membaca iklan hari itu. Peluang-peluang baru dipandang atau dilupakan bergantung pada siapa yang memperhatikan.

Namun, anda harus merangkul ketidakpastian hasil dan menyadari bahwa peluang dapat bermain bagi anda atau menentang anda pada hari itu. Tetapi semakin Anda mencoba, semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan dari hasil yang menguntungkan.

Ketika Stephen kembali dari libur panjang, ada 660 pesan email yang menunggu dia. Pada hari biasa, dia hampir tidak dapat menangani semua pesan yang masuk. “Bertahan?. Aku sedang mendekati titik beku, ada saat-saat ketakutan, “Ya Tuhan! Bagaimana mungkin aku menangani semua ini?”.

Ia meratap bahwa email telah menjadi alat komunikasi yang gagal untuk setiap orang, walaupun ini mempunyai arti. “Aku mendapatkan email dari orang-orang yang kantornya berada tiga kaki jauhnya dariku”. Ia tidak suka menghabiskan waktu dan menganggu gerak harinya.”Anda melompat keluar masuk seperti sebuah percakapaan. Ini benar-benar merusak produktivitas”.

Tetapi, katanya, jika dia mematikan email, “Aku keluar dari lingkaran, dan itu bisa berbahaya”.

Namun Stephen telah berlatih diri untuk memilah-memilah pesan-pesan yang tidak penting dengan lebih cepat sembari memastikan diri bahwa pesan-pesan penting tidak terlewatkan.”Anda belajar untuk melakukan banyak tugas. Sekarang aku dapat menjawab email dan berbicara di telepon pada saat yang sama, yang setengah konyol memang, tetapi aku dapat melihat satu di antara seribu pesan yang benar-benar aku butuhkan. Ini soal permainan peluang, tetapi aku harus terus bermain”.

Para analis karir menemukan bahwa 83% para professional tengah-karir percaya peluang memainkan peran penting dalam jalan karir puncak mereka, dan bahwa mereka tetap terbuka untuk peluang-peluang yang tak terduga. Williams, Soeprapto, Like, Touradji, Hess dan Hill 1998.

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *