Mengantisipasi yang Rasional…

Kita memahami hakikat masalah itu, dan kita dengan hati-hati merenungkan solusi idealnya. Setiap orang hendaknya melihat betapa hebatnya sebuah gagasan, dan hendaknya tidak ada pertentangan.

Sayangnya, kita seringkali beranggapan bahwa setiap orang adalah selalu rasional. Sebuah ide yang bagus yang akan didukung dan dianggap gagasan yang bagus.

Pengalaman pada akhirnya mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang sekitar kita akan membuat keputusan-keputusan yang rasional, seringkali lahir dalam ketakutan-ketakutan yang tidak mempunyai dasar realistis. Bersiaplah untuk menjual gagasan-gagasan anda, bukan saja sebagai tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan yang melegitimasi, tetapi juga pada ketakutan-ketakutan yang barangkali diperlihatkan kepada orang lain.

Ekonom kenamaan dunia John Maynard Keynes biasanya menjelaskna kondisi pasar saham dengan membandingkannya dengan sebuah perlombaan yang biasa digelar disebuah Koran inggris. Para konstentan diberi lusinan gambar wanita dan untuk memilih 6 wanita yang dianggap orang lain paling cantik. Orang yang jawaban-jawabannya paling mendekati pendapat umum kontestan lain adalah pemenangnya.

Keynes berkata :”ini bukanlah soal memilih orang-orang yang paling cantik, sebagai hasil penilaian terbaik seorang tidak pula memilih orang-orang yang secara umum dianggap paling cantik. Kita telah mencapai derajat yang ke 3 dimana kita memberikan kecerdasan kita untuk mengantisipasi apa yang diharapkan opini umum tentang seperti apa nantinya”.

Dalam permainan ini atau dalam pasar saham, katanya Keynes, tugas itu bukanlah untuk mencari tahu apa yang secara rasional terbaik atau apa yang akan dianggap orang lain secara rasioanal terbaik. Malahan, permainan dan pasar saham ini merefleksinampilkankan kepercayaan-kepercayaan itu, yang mungkin dipikirkan kebanyakan orang.

Riset tentang proses menyewa karyawan menunjukkan bahwa persoalan yang menakutkan umumnya adalah mengenai konsekuensi dari menyewa seorang yang terlalu berbakat, faktor penting dari 20 % pengambilan keputusan untuk menyewa karyawan adalah tidak adanya basis rasional atau strategis untuk keputusan itu.

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *