Pertahanan yang terbaik adalah “Mendengarkan”.

Tidak seorang pun suka dikritik. dan pada tingkatan tertentu, setiap orang menampilkan sikap untuk mempertahankan diri, dorongan untuk menolak semua kritik dengan menyangkal validitasnya atau memandang rendah si pemberi pesan.

Sayangnya, pertahanan diri seperti itu kurang menguntungkan bagi anda. Ia mendorong anda untuk mengabaikan umpan balik yang secara potensial berguna, yang memperlihatkan kemampuan anda untuk memperbaiki diri.

Ketauhilah bahwa anda mampu, dan tunjukkanlah tetapi jangan memerangi kritik hanya karena anda dapat melakukannya.

Ed berhasil sampai pada level eksekutif—wakil presiden bidang penjualan untuk sebuah perusahaan komunikasi yang sudah mapan. Sebuah tahun yang buruk dalam penjualan menghantam keras perusahaan itu, dan pemecatan karyawan terjadi hingga pegawai manajemen senior.

Ed mendapati dirinya sedang memasukkan resume untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Apa yang dia alami adalah segala bentuk penolakan—dari merasa benar-benar terabaikan hingga diberitahu dia terlampau berkualitas untuk posisi yang dilamarnya. “Aku dapat melakukan sebagian dari pekerjaan ini dalam tidur. Aku tidak percaya jika aku tengah duduk di hadapan orang-orang sepele di departemen personalia untuk mendapatkan persetujuan dari mereka,” kata Ed.

“Kawan-kawanku  merasa simpatik, tetapi mereka memberitahu aku bahwa aku membutuhkan sikap baru. Mereka mengetahui bahwa aku membutuhkan pekerjaan ini dan kemudian melaksanakan prosesnya , dan mereka meyakinkan kalau tidak ada siapapn yang lebih tepat untuk pekerjaan itu selain saya“.

Mereka benar, dan sebelum aku melupakan apa yang kurasakan seperti melakukan dan mulai melihat apa yang semestinya aku lakukan, aku tidak sampai ke mana-mana.

Akhirnya Ed, dan pendekatan barunya terhadap segala hal, membuahkan sebuah pekerjaan—ironisnya departemen personalia.

Pertahanan diri secara Negatif dihubungkan dengan pembelajaran terhadap pekerjaan. Orang-orang dengan kepribadian defensif tinggi berbicara lebih banyak dalam pertemuan-pertemuan, lebih cenderung menyela seorang pembicara, dan seperempat lebih lambat dalam mengadopsi tugas-tugas baru.

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *