Perubahan Adalah “mungkin”, bukannya “Mudah”.

Iklan-iklan di tv memberitahu anda sepanjang waktu bahwa anda dapat berubah, dalam 30 detik. Para pemain iklan dapat berubah menjadi lebih cerdas, lebih kurus, lebih kaya. Tetapi dunia fantasi ini hanya menjebak kita menuju sebuah kegagalan.

Kita mendengar tentang kemungkinan-kemungkinan untuk peruahan-perubahan yang luar biasa yang dapat dilakukan orang di dalam kehidupan mereka, dan kita ingin sekali menduplikasi hasil-hasil itu, ketika kita berusaha mencoba dan tidak segera memperoleh hasilnya, kita sebenarnya menghembuskan perasaan-perasaan yang lebih buruk ketimbang sebelum kita memulainya.

Masalahnya tentu saja, adalah bahwa perubahan itu mungkin, tetapi ia tidak dapat dengan cepat, tidak seorangpun ingin menjual kita pada sebuah program untuk perubahan yang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun, karena tentu saja tidak ada seorangpun yang akan membelinya. Tetapi hal utamanya adalah membutuhkan waktu yang bertahun-tahun untuk melakukan perubahan-perubahan yang penting.

Ketika anda memasuki tingkatan pertama, anda tidak berharap untuk mempelajari bahasan tingkatan selanjutnya dalam jenjang sekolah formal, dan mempelajari semua dalam satu minggu, tetapi anda akan diberikan waktu satu dekade sehingga anda diberikan untuk melakukan perubahan yang postif.

Perubahan yang positif tidak selesai atau terjadi hari ini, tetapi dimulai pada hari ini.

Pekerjaan Charlie berkaitan dengan perubahan, dia disewa untuk melancarkan masa transisi ketika perusahaan mengakuisisi perusahaan lain. Pekerjaan ini telah memberi dia sebuah perspektif khusus tentang masalah perubahan.

“Perusahaan-perusahaan mempunyai budaya-budanya—cara melakukan segala sesuatunya, pandangan hidup bagi para karyawan. Budaya-budaya ini menahan perusahaan dari melakukan apa yang mampu mereka lakukan, dan kadang-kadang budaya-budaya ini menjadikannya mustahil bagi dua bisnis yang terpisah untuk bersatu dan berdampingan”.

Apa yang dilakukan Charlie adalah budaya-budaya perusahaan dengan satu mata tertuju untuk melindungi masa depan. “Ketika anda memiliki sebuah budaya yang tidak melayani kebutuhan-kebutuhan jangka panjang perusahaan, budaya ini perlu diubah –tetapi diubah secara hati-hati. Jika anda mengubah segala sesuatu secara terlampau drastis, atau mengubah budaya itu dengan cara negatif, dan mengancam, maka akan muncul kehancuran, dan anda tidak akan mengubah budaya itu sebesar Anda menghancurkannya. Perubahan yang sehat adalah sebuah proses jangka panjang, apakah untuk sebuah perusahaan atau pun orang-orang di dalamnya”, Kata Charlie. Keputusan untuk membuat sebuah perubahan menawarkan perasaan-perasaan kontrol dan optimisme yang luar biasa, tetapi perasaan-perasan itu berumur pendek jika perubahan itu tidak selesai.

Usaha yang berulang-ulang pada perubahan diri, yang diwujudkan dengan pengharapan terhadap penghasilan yang sangat tinggi dalam waktu yang sangat pendek. Cenderung menurunkan kepuasan hidup kita hingga 40 %. Polivy dan Herman  2000.

Monggo Di Share

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *